Awan yang tadinya cerah berwarna
biru sudah hilang menjadi awan yang gelap berwarna abu-abu saat saya melanjutkan
perjalanan ke Belgia dan memasuki kota Brussels. Di Brussels, saya sempat
mampir di pom Bensin untuk mengambil catering makan malam dari catering ‘Bang
Ucok’ Brussels. Di pom bensin ini saya dan group saya tidak diperbolehkan turun
karena hujan deras yang menyirami kota Brussels.

Pukul 19.30 akhirnya saya
tiba di Wellness Apart Hotel Brussels Belgia. Hotel yang sangat bersih, dan
dilengkapi dengan Lift. Malam itu saya bisa menikmati istirahat dengan nyaman,
karena di hotel yang saya tempati di Belanda sebelumnya kurang nyaman walaupun
suasana di hotel sana sangat menyenangkan. Jelang istirahat, ternyata dua orang
anggota group saya meninggalkan hotel untuk sekedar melihat keindahan kota
Brussels di malam hari ditemani dengan guru dari group saya. Tempat itu bernama
Grand Palace, bangunan indah terkenal di Brussels. Saya iri sekali mereka bisa
melihat keindahan kota Brussels sedangkan saya sudah terlelap di kasur hotel
yang nyaman itu.
Hari kelima, Selasa 15
Sepetember 2015. Pukul 05.30 waktu Brussels, rombongan group saya sudah bersiap
kembali lengkap dengan bawaan koper masing-masing di Lobby Hotel untuk sarapan
pagi. Tak lama kemudian jam 6.30 bus pun tiba. Sebelum saya melanjutkan
perjalanan saya ke Perancis saya menyempatkan diri untuk berfoto di Brussels
yang berlatar belakang bangunan khas kota Brussels dan ada Kereta Listrik yang sedang lewat. Lalu saya melanjutkan perjalanan menuju Perancis.
Rombongan group saya harus
tiba di kantor UNESCO Paris pukul 11.00, demikian pak Dubes Indonesia untuk
UNESCO mewanti-wanti group saya saat bertemu di UID Utrecht kemarin. Semua
berharap perjalanan meunuju Paris lancar.
Mulai memasuki highway nya
Brussel perjalanan masih mulus. Namun tak berapa lama jalan tol ini tersendar.
Dari papan pengumuman digital tertera info di depan sana ada sebuah mobil
mengalami gangguan, sehingga ruas jalan terhambat sepanjang 9 kilometer.
Untuk mengisi perjalanan,
guru saya Kak Charles mengundang Azzahra Humaira, kakak dari salah satu anak di
group saya yang sedang studi di Jerman bidang kedokteran, untuk bediri didepan
memberikan wawasan tentang studi dan menjelaskan segala tahapan untuk bisa
dapat kuliah di Eropa. Kak Zahra yang bergabung dengan group saya sejak dari
Utrecht ini menyampaikan materi layaknya guest teacher. Beruntung sekali saya
mendapat penjelasan langsung dari Kak Zahra yang sudah benar-benar terjun dalam
proses pendidikan di Eropa.
Selama hampir 3 jam Kak Zahra
menyampaikan materi, Waktu menunjukkan pukul 10.00, namun bus belum memasuki
kota Paris. Akhirnya saya dan group saya harus memakai kostum di bus bergiliran
dengan anak-anak yang membantu menutupi memakai kain. Selesai berganti pakaian
jam group saya melakukan pemanasan bernyanyi di dalam bus sembari menunggu
sampai nya di UNESCO Paris.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar