Minggu, 02 Oktober 2016

Jadi Anggota Paduan Suara - Numpang tidur di Belgia kota Brussels

Awan yang tadinya cerah berwarna biru sudah hilang menjadi awan yang gelap berwarna abu-abu saat saya melanjutkan perjalanan ke Belgia dan memasuki kota Brussels. Di Brussels, saya sempat mampir di pom Bensin untuk mengambil catering makan malam dari catering ‘Bang Ucok’ Brussels. Di pom bensin ini saya dan group saya tidak diperbolehkan turun karena hujan deras yang menyirami kota Brussels.


Usai mengambil konsumsi makan malam, saat dalam perjalanan hujan deras pun mulai mereda, lalu saya mengunjungi bangunan khas kota Brussels yaitu Atomium Building, bangunan ini menyerupai bentuk atom, tetapi saya dan group saya hanya bisa mampir untuk foto sebentar karena mengejar waktu, supir bus disana dalam mengemudi pun terbatas sesuai jam kerja di Eropa, sehingga penumpang tidak bisa sembarang minta tambahan waktu untuk sekedar mampir disana sini. Tapi berkat IO group saya yaitu Om Andi dalam bertutur mampu membuat supir rela mengantarkan group saya kesini sekedar untuk berfoto sejenak.

Pukul 19.30 akhirnya saya tiba di Wellness Apart Hotel Brussels Belgia. Hotel yang sangat bersih, dan dilengkapi dengan Lift. Malam itu saya bisa menikmati istirahat dengan nyaman, karena di hotel yang saya tempati di Belanda sebelumnya kurang nyaman walaupun suasana di hotel sana sangat menyenangkan. Jelang istirahat, ternyata dua orang anggota group saya meninggalkan hotel untuk sekedar melihat keindahan kota Brussels di malam hari ditemani dengan guru dari group saya. Tempat itu bernama Grand Palace, bangunan indah terkenal di Brussels. Saya iri sekali mereka bisa melihat keindahan kota Brussels sedangkan saya sudah terlelap di kasur hotel yang nyaman itu.


Hari kelima, Selasa 15 Sepetember 2015. Pukul 05.30 waktu Brussels, rombongan group saya sudah bersiap kembali lengkap dengan bawaan koper masing-masing di Lobby Hotel untuk sarapan pagi. Tak lama kemudian jam 6.30 bus pun tiba. Sebelum saya melanjutkan perjalanan saya ke Perancis saya menyempatkan diri untuk berfoto di Brussels yang berlatar belakang bangunan khas kota Brussels dan ada Kereta Listrik yang sedang lewat. Lalu saya melanjutkan perjalanan menuju Perancis.


Rombongan group saya harus tiba di kantor UNESCO Paris pukul 11.00, demikian pak Dubes Indonesia untuk UNESCO mewanti-wanti group saya saat bertemu di UID Utrecht kemarin. Semua berharap perjalanan meunuju Paris lancar.

Mulai memasuki highway nya Brussel perjalanan masih mulus. Namun tak berapa lama jalan tol ini tersendar. Dari papan pengumuman digital tertera info di depan sana ada sebuah mobil mengalami gangguan, sehingga ruas jalan terhambat sepanjang 9 kilometer.

Untuk mengisi perjalanan, guru saya Kak Charles mengundang Azzahra Humaira, kakak dari salah satu anak di group saya yang sedang studi di Jerman bidang kedokteran, untuk bediri didepan memberikan wawasan tentang studi dan menjelaskan segala tahapan untuk bisa dapat kuliah di Eropa. Kak Zahra yang bergabung dengan group saya sejak dari Utrecht ini menyampaikan materi layaknya guest teacher. Beruntung sekali saya mendapat penjelasan langsung dari Kak Zahra yang sudah benar-benar terjun dalam proses pendidikan di Eropa.


Selama hampir 3 jam Kak Zahra menyampaikan materi, Waktu menunjukkan pukul 10.00, namun bus belum memasuki kota Paris. Akhirnya saya dan group saya harus memakai kostum di bus bergiliran dengan anak-anak yang membantu menutupi memakai kain. Selesai berganti pakaian jam group saya melakukan pemanasan bernyanyi di dalam bus sembari menunggu sampai nya di UNESCO Paris.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar