Nah jadi di blog kali ini
saya akan bahas tentang travel gua ke Belanda atau Netherland.
Belanda ini salah satu negara di benua Eropa,
ibu kotanya adalah Amsterdam sedangkan
pusat pemerintahan, dan kedudukan monarkinya berada di Den haag. Nah kalau yang belum
tau nih Belanda secara geografis merupakan negara berpermukaan rendah,
dengan kira-kira 20% wilayahnya, dan 21% populasinya berada di bawah permukaan
laut, dan 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut.
Kenapa dinamakan Netherland? sebab artinya itu "negeri-negeri
yang berdaratan rendah". Saat saya ke belanda jarang banget ada pegunungan
yang ada cuma bukit-bukit. Karena itu negara ini sebagian besar wilayahnya
sangatlah datar.
Tanggal
10 September 2015 saya berangat ke Belanda, tapi sebenernya saya berangkat ke
Belanda gak sendirian, saya itu ke belanda bareng group Gita Swara Nassa yaitu paduan suara di sekolah saya
Nasional I, jadi saya ke belanda bukan sekedar jalan-jalan aja tapi
membawa nama baik Indonesia untuk misi budaya acara Utrecht Indonesian Day (UID) di belanda tepatnya di kota Utrecht. Saya berangkat ke
belanda dari Indonesia jam 19.30 malam di bandara Soekarno-Hatta, sebelum saya
sampai di Belanda pesawat saya sempet transit di bandara Singapore selanjautnya
saya menlanjutkan perjalanan ke Belanda selama 16 jam dan akan sampai di
Belanda pada jam 09.00 pagi.
Dan akirnya saya sampai di bandara Schippol Amsterdam. Saat saya sampai di belanda, group saya disambut kedatanganya oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) sekaligus panitia pembuat acara UID. Saya
sempet gak nyangka banget bisa keluar negri pertama kalinya langsung ke Eropa.
Group paduan suara saya
disana menampilkan sebagian lagu-lagu yang akan ditampilkan saat acara UID
sebagai promosi untuk mengundang pengunjung menonton penampilan kami di acara
UID. Lagu-lagu yang group saya nyanyikan yaitu : 'The Sound of music',
'Dance of sugar plum fairy' karya Tchaikovsky, 'Geef meij maar Nasi
Goreng', 'Als de Orchideen Bloeien, dan 'Medley Lagu daerah Indonesia' dengan
mulus meluncur dinyanyikan dan berhasil mengundang tepuk tangan meriah dari
penonton. Selain menyanyikan lagu-lagu tersebut group saya juga menampilkan
musik angklung. Dimulai dengan lagu 'Kampuang
nan jauh dimato', 'Tulip Uit Amsterdam', 'Besame Mucho', dan 'W
e are the champion'. Penonton kembali memberi tepuk
tangan meriah usai setiap lagu dilantunkan.
Pertunjukan berakhir
dengan sukses. Tak sedikit penonton yang masih tetap bertahan ditempat, yang
mungkin mengira group saya akan menampilkan encore. Lanjut cerita usai tampil
rombongan group saya kembali ke Hostel untuk beristirahat. Hari ketiga Minggu pagi
pukul 10.00 seluruh rombongan group saya sudah bersiap didepan BnB Hostel untuk
menuju Teater Rasa, Tempat acara UID dilangsungkan.
Jalan menuju Teater melewati bangunan-bangunan cantik khas Eropa, 30 menit
berselang akhirnya group saya tiba di Teater Rasa. Dari pintu luar, bangunan
teater terlihat tidak terlalu besar, namun begitu tiba didalam ternyata cukup
besar dan bisa menampung lebih dari 700 orang.
Sambil menantikan jadwal
uji coba panggung, Saya makan siang dan bersiap munuju ruang ganti untuk
mengenakan kostum dan berdandan. Pada jam 16.00 acara pun dimulai bukan hanya
group saya saja yang akan tampil melainkan ada banyak group lain yang akan menampilkan
tarian,band dan lain-lain. Ternyata Bapak Duta Besar Indonesia untuk Belanda,
Bapak Duta Besar Indonesia untuk UNESCO Paris, juga datang untuk melihat acara
UID. Jam 18.30 giliran group saya tampil dalam acara UID. Group yang sudah
berlatih sejak berbulan lalu seolah sudah tak sabar meunjukan hasil latihan
tersebut. Usai MC memanggil Group paduan suara, 29 anggota masuk satu
dengan berbaris rapi dan siap menyanyikan lagu-lagu yang sudah kami latih. Pada
sesi pertama dengan 'Als de Orhchideen Bloeien'. Lagu berbahasa Belanda yang
dikenal di indonesia sebagai lagu 'Bunga Anggrek'. Selanjutnya
menampikan 1 lagu manis bertempo lambat
dan berbahasa Perancis ‘Le Chansons d’amour’.
Semua lagu meluncur dengan
rapi dan selalu mengundang tepuk tangan meriah dari penonton. Group saya
menutup penampilan dengan lagu andalan 'We Are The Champion'. Saat lagu
ini ditampilkan, di layar juga ditampilkan tokoh-tokoh dari Indonesia yang
sukses menoreh prestasi dunia, baik di bidang olahraga maupun bidan lainnya.
Akhirnya MC menutup acara UID sambil diiringi lagu 'Kebyar-kebyar' oleh
seluruh anggota group saya. Pada jam 22.00 group saya kembali berjalan kaki
sembari melawan suhu udara yang makin dingin.Tiba di Hostel BnB, sebelum
beristirahat harus melanjutkan packing koper karena esok pagi akan
meninggalkan Utrecht. Hari yang melelahkan namun penuh cerita manis.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar