Minggu, 02 Oktober 2016

Jadi Anggota Paduan Suara - Numpang lewat di Luxemburg sampe mampir ke Jerman nyanyi depan Walikota Aachen

Saya menuju Hotel Premiere Class yang terletak di perbatasan Perancis dan Luxemburg. Dalam perjalanan menuju Thionville saya sempat mampir ke rest area untuk buang air dan makan malam di Burger King. Disana juga ada minimarket yang menjual berbagai snack. Selain snack ternyata minimarket itu juga menjual alat-alat untuk kebutuhan lain, seperti chasan hanphone, case, dan ternyata juga menjual boneka-boneka lucu. Lalu saya melanjutkan perjalanan saya menuju hotel.

Malam hari, rombongan group saya tiba di Hotel Premiere Class Thionville. Tempat menginap kali ini terasa begitu nyaman, dan tentunya berada dalam satu bangunan yang sama sehingga rombongan tidak terpisah-pisah. Setelah melakukan packing koper yang semakin penuh dengan oleh-oleh, semua anggota group saya tertidur lelap.

Hari ketujuh, 17 September 2015. Pukul 06.00 pagi waktu Luxemburg, saya bersiap mandi dan mengenakan kostum tampil, lalu saya menuju ruang makan untuk makan sarapan semangkuk sereal, roti selai cokelat nuttela, dan secangkir susu segar. Pukul 07.30 setelah sarapan saya dan group saya meninggalkan Hotel Premiere Class untuk melintasi Luxemburg menuju Jerman yaitu di kota Aachen. Dalam perjalanan melintasi Luxemburg, saya menikmati pemandangan yang begitu indah. Rumah-rumah dengan atap meruncing, rumput-rumput hijau, dan pemandangan khas lainnya.

Sambil menikmati perjalanan saya dan group saya melakukan pemanasan suara, berlatih untuk persiapan penampilan di depan Bapak Walikota Aachen.

Memasuki kota Aachen, saya dan rombongan segera turun dari bus dan berjalan kaki di pandu dengan mahasiswa Universitas Aachen menuju Kantor Walikota Aachen. Perjalanan yang cukup jauh tetapi sangat seru karena teman-teman saya sandal slopnya pada jebol dan memutuskan berjalan kaki dengan kaki telanjang (nyeker) untungnya sandal saya tidak rusak tetapi memang pegal untuk berjalan kaki jauh dengan memakai sandal slop. Selain itu saya dan group saya juga membawa angklung masing-masing dengan memakai kostum yaitu rok batik. Anginnya cukup kencang dan dingin jadi selama perjalanan anggota perempuan termasuk saya sibuk memegangi angklungnya dan rok agar tidak terbang terbawa angin haha. 


Tiba di kantor walikota Aachen, group saya bertemu ibu Ning. Ibu Ning ini sudah lama tinggal di Aachen. Beliau yang membantu agar group saya dapat bertemu dengan bapak Walikota Aachen. Sebagai orang yang sudah kenal lama dengan Bapak Walikota, Bu Ning ingin memberikan sedikit hadiah dari Indonesia kepada Bapak Walikota Aachen tersebut berupa sajian penampilan group saya, karena tahun ini merupakan tahun terakhir Bapak Walikota tersebut bertugas.


Setelah penyambutan di dalam ruangan utama kantor walikota, group saya memberikan kenang-kenangan untuk Bapak Walikota Aachen. Group saya juga menyanyikan sedikit potongan lagu ‘Thank you For The Music’ di depan beliau sebagai ungkapan terimakasih atas penyambutannya. Potongan lagu tersebut ternyata berhasil memikat Bapak Walikota.

Mungkin karena senang dengan penampilan group saya, usai penyambutan tersebut Bapak Walikota bersedia menjadi guide dan mengantar group saya berkeliling bangunan kantor nya yang sudah berusia 800 tahun itu.

Memasuki lantai 3, ruangan yang begitu megah dan atap ruangan yang tinggi dan dinding-dinding ruangan di penuhi lukisan peninggalan sejarah, itu merupakan sebuah kehormatan bagi saya dan group saya bisa memasuki ruangan itu. Ruangan itu biasanya dipakai untuk acara-acara penting dan tidak sembarang orang bisa masuk ruangan itu. Didalam gedung itu group saya mencoba menyanyikan 2 lagu untuk mengetahui bagamaina suara yang dihasilkan bila bernyanyi di dalam ruangan itu, ternyata suara yang dihasilkan sangat bagus dan membuat saya yang bernyanyi merinding.

Setelah diajak berkeliling, Bapak Walikota mempersilhkan group saya mempersiapkan diri untuk penampilan angklung di halaman depan kantor. Orang-orang yang berlalu lalang di depan kanto berhenti sejenak untuk menyaksikan penampilan group saya.

Penampilan angklung dari group saya membawakan 2 lagu yaitu ‘Gambang Suling’, dan ‘Besame Mucho’. Setelah selesai membawakan 2 lagu, penonton semakin banyak mengerumuni group saya. Usai mendengar lagu ‘Besame Mucho’, Bapak Walikota mendeketai guru saya Kak Charles seraya membisikkan pesan ‘Please tell you student, tell them this is my favorite song, because this is my wedding song..’ demikian katanya. Mendengar Bapak Walikota berbicara seperti itu, saya dan group saya semakin semangat membawakan lagu-lagu. Walupun tampil diluar ruangan hembusan angin dingin yang cukup kencang,kami sangat bersemangat memainkan angklung-angklung yang tertiup angin kencang. Kami memainkan lagu 2 lagu ‘We Are The Champion’, dan ‘Rasa Sayange’ karena permintaan tambahan lagu dari penonton. Masyarakat yang menonton sangat senang dan memberikan sambutan meriah. Akhirnya group saya benear-benar menutup penampilannya. Setelah berfoto bersama Bapak Walikota. 



Saya kembali berjalan kaki melanjutkan perjalanannya. Kali ini saya dan group saya ditunggu di kampus Universitas Aachen oleh Julia, Mahasiswa Jursuan Bahasa Inggris di kampus tersebut. Julia mengajak berkeliling area kampus yang luas itu, dan sesekali masuk kedalam ruang kuliah yang besar sekali seperti teater.

\



Suatu kebanggaan pula bagi saya dapat diajak berkeliling di kampus tersebut, meningat dimasa lalu kampus ini sempat menjadi tempat Bapak B.J Habibie ; Presiden ke-3 Indonesia, menyelesaikan pendidikan s-2 dan s-3 melalui program beasiswa.



Setelah berkeliling dan melihat-lihat Universitas Aachen, saya melanjutkan perjalanan meuju Drielandenpunt, sebuah tempat dimana 3 negara yaitu Belanda, Jerman, dan Belgia, bertemu di satu titik perbatasan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar